Ahlan Wasahlan...

Sunday, December 25, 2011

Kunci persahabatan....


-Pilih orang yang mempunyai minat yang sama seperti anda supaya anda mempunyai persamaan tetapi jangan mengenepikan orang yang langsung tidak mempunyai persamaan dengan anda. Bersikap terbuka baik untuk anda.

-Ingatlah pada satu pedoman penting iaitu berlaku baik terhadap orang lain sebagaimana anda suka diperlakukan. Sekiranya anda menghormati orang lain, orang lain akan menghormati anda juga.

-Sedarlah bahawa tiada siapa yang sempurna, setiap orang mempunyai sifat-sifat aneh dan kecacatan, dan menerima kecacatan antara satu sama lain adalah kunci persahabatan yang baik.

-Hargai pendapat satu sama lain.

-Sedarlah bahawa kawan yang rapat sekalipun tidak dapat bersama 24 jam. Bina minat-minat yang lain dan jangan cemburu apabila kawan anda mempunyai minat-minat yang lain juga.

-Komunikasi sangat penting, kawan anda tidak boleh membaca fikiran anda. Sekiranya ada sesuatu yang menjejaskan persahabatan anda, beritahulah.

-Jangan biarkan faktor luaran seperti tekanan menjejaskan persahabatan anda. Kawan yang baik akan membenarkan anda melepaskan perasaan kepada mereka, tetapi jangan hanya mempergunakan mereka untuk melepaskan perasaan. Sebagai balasan anda sepatutnya bersedia untuk mendengar luahan perasaan mereka pula.

-Belajar daripada satu sama lain.

-Jangan mengata di belakang kawan anda.

-Pilih kata-kata anda dengan bijaksana kerana anda tidak boleh menariknya kembali.

Monday, November 28, 2011

Insan kerdil...


Assalam….bergelar pelajar tahun akhir memang tak dapat tidak diberatkan dengan kerja-kerja, projek, atau tugasan yang setimpal atau relevan dengan status pelajar tahun akhir…antaranya PSM (Projek Sarjana Muda)…hehe….memang best dengan momentum yang sungguh jitu….bak kata ahli fizik lah…menjadi salah seorang dari ribuan pelajar kejuruteraan memang sangat mencabar…akan tetapi….jika kena pada caranya…ianya akan menjadi suatu kenangan yang sungguh indah dan bermakna dalam hidup anda…

InsyaAllah kajian yang sedang aku bangunkan ini berkisarkan mengenai keselesaan termal manusia…yang mana kajian ini bakal aku jalankan di dalam kawasan kompartmen kereta…huhu….parameter yang ingin aku kaji adalah suhu…hehe…nampak mcm mudahkan…berat mata memandang….berat lagi bahu memikul….begitulah yang dapat aku ungkapkan….insyaALLAH….kajian ini sangat menarik….btw…aku berdoa agar PSM aku nih bakal dijayakan dengan lancar…moga Allah senangtiasa menolongku…amin…

Namun begitu….di dalam sibuk menyiapkan kerja-kerja PSM yang nampaknya masih tidak siap2 lagi nih….tidak pula aku lupakan tanggungjawab aku sebagai seorang khalifah di atas muka bumi ini…ianya perlulah berjalan seiring dengan aktiviti dunia yang tidak pernah mengenal erti letih ini kan…teringat kembali pada bait2 kata sahabat aku ketika menjamu makan tengahari sebentar tadi…” janganlah kita terlalu menyanjung seseorang itu atas kebaikannya…kerana kelak atas satu cuma keburukannya,maka kita akan memandang rendah ia selama-lamanya”…begitulah lebih kurang bunyinya…

Namun apapun yang diungkapkan atau dibicarakan…aku tetap mempunyai pendapat atau cara yang berbeza…tidaklah perlu sesuatu perkara itu kita rumitkannya…kerana ia bakal menyusahkan kita nanti…akan tetapi…ambil lah ia secara mudah dan ringkas…kerana ia lebih pantas untuk kita yang bergelar manusia…bila mana kita bantu agama Allah, maka Allah akan bantu kita jua dan memperkukukan kedudukan kita…itu kan janji Allah….berprasangka baik terhadap sesama saudara seagama merupakan suatu kewajipan kepada insan yang mengaku beriman kepada ALLAH….justeru…bersihkanlah hati kita wahai sahabat…insyaAllah..perkara keji dapat kita hindari….selamat beramal…sekian….wassalam warahmatullah….

Bukanlah seekor burung...


Aku bukanlah seekor burung
Dengan kedua sayapku
Aku bisa langsung melesat ke angkasa luas
Tanpa aku merasa takut akan terjatuh

Aku bukanlah seekor burung
Yang bisa terbang melintasi dunia
Sejauh yang aku inginkan
Kemanapun aku pergi

Aku bukanlah seekor burung
Yang bebas bertengger dimana saja
Dan pergi kapan saja
Sesuka hatiku

Aku bukanlah seekor burung
Yang punya suara indah
Yang bisa bernyanyi merdu
Atau pun punyai bulu bulu cantik warna warni

Namun…
Aku tak perlu menjadi seekor burung
Untuk aku bisa mencapai langit yang tinggi
Bahkan ‘tuk sekedar memetik bintang bintang yang menghiasinya

Aku tak perlu menjadi seekor burung
Untuk ku bisa menjelajah dunia ini
Karena aku punya dunia sendiri
Yang setiap saat bisa aku arungi dengan mudahnya

Aku juga tak perlu menjadi seekor burung
Yang harus bisa bernyanyi dengan indah
Dan berhiaskan bulu bulu cantik
Karena aku sendiri merasa begitu sempurna tanpa itu semua

Aku hanya perlu menjadi diriku sendiri
Karena yang aku miliki adalah sebuah dunia, dan menjadi duniaku
Karena yang aku miliki adalah sebuah kelebihan dan menjadi kelebihanku
Karena yang aku miliki adalah sebuah kecantikan, dan menjadi kecantikanku
Karena yang aku miliki adalah sebuah rahasia, dan menjadi rahasiaku
Karena yang aku miliki adalah sebuah surga, dan menjadi surgaku
Dan aku bisa apa saja dengan semua yang kumiliki
Hanya amanah untuk dijaga
Karena pasti semua akan kembali pada Sang Maha Memiliki

www.kolomkita.com

Thursday, November 24, 2011

Rahsia kecantikan wanita...


Ada cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:-

1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan mata kaum laki-laki.Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman dan taqwa akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia akan memesona.Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya...

2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria.Secara umum laki-laki memang responsif terhadap perempuan yang bagus fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa melupakannya...

3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya
Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti. Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha...

4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat.Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya...

5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya.
Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang di sekitarnya...

6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya
Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik. Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan menjadi istri dan ibu yang baik...

7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia.Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh yang menemaninya. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang...

8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi.Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi, tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja...

Sahabatku,Kecantikan-kecantikan ini sifatnya abadi.Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada.Tidak seperti kecantikan lahiriah yang sementara.Setelah tua, ketika senja menyapa, ia tak menarik lagi.Manakah yang akan Anda pilih?
Kecantikan sementara atau kecantikan abadi???...

Friday, November 18, 2011

Sahabat Sejati...


Persahabatan sejati layaknya arti kesehatan; Nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya. (*)

Sahabat sejati , akan tetap bersama kita, ketika kita merasa seisi dunia meninggalkan kita. (*)

Jika seluruh sahabat kumelompat dari suatu jurang, aku tak akan mengikuti mereka, Aku akan berada di dasar jurang untuk menangkap mereka. (*)

Ayahku selalu berkata, Bila kamu memiliki banyak sahabat sejati, , maka kau akan memiliki kehidupan yang indah. (*)

Aku akan membimbingmu dan kau akan membimbingku
begitu sebaliknya. Persahabatan adalah satu jiwa dalam dua raga. (*)

Jangan kamu berjalan didepanku, aku tak dapat mengikuti mu.
Jangan kamu berada di belakangku ,aku tak bisa Memimpinmu. Berjalanlah disampingku, jadilah temanku. (*)

Teman akan mendengarkan Apa yang kau katakan, Sahabat sejati akan mendengar apa yang tidak kamu katakan. (*)

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu, dan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya. (*)

Wednesday, November 9, 2011

Adab ketika menuntut ilmu...


1. IKHLAS NIAT – Kewajipan ke atas setiap muslim di dalam memastikan niat ketika menuntut ilmu ikhlas kerana Allah dan bukannya untuk mencari habuan dunia yang sementara kerana Rasulullah S.A.W pernah memberi amaran yang mana Allah akan menyediakan tempat di dalam neraka bagi mereka yang menuntut ilmu untuk kesenangan dunia semata-mata tanpa memikirkan maslahat Islam dan ummatnya. Memang agak susah untuk ikhlas di dalam belajar tetapi kita mesti terus berusaha ke arahnya. Kita yang berada dalam sistem sekular yang mementingkan material menyebabkan kita terlupa bahawa ilmu yang dipelajari bukan untuk mendapatkan tempat dan kedudukan serta kerja tetapi adalah untuk menjauhkan kita daripada kejahilan yang mana dengan ini mampu menjadi perisai diri di dalam melawan arus kesesatan dan seterusnya membawa perubahan kepada keislaman. Jadikanlah diri kita sebagaimana padi yang mana semakin semakin berisi semakin tunduk ke bumi kerana rendah diri. Jangan jadi sebagaimana lalang yang tinggi semakin mendongak ke langit kerana sombong. Ingatlah bahawa orang yang benar ikhlas dalam menuntut ilmu sahaja yang mampu memiliki sifat terpuji termasuk merendah diri. Maksud firman Allah dalam ayat 235 surah al-Baqarah :.........Dan ketahuilah bahawa Allah mengetahui apa yang tersemat dalam hatimu maka takutlah kepadaNya dan ketahuilah bahawa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ingatlah bahawa setiap orang akan binasa melainkan orang yang berilmu, setiap orang yang berilmu akan binasa melainkan orang yang beramal dan setiap orang yang beramal akan binasa melainkan orang yang benar-benar ikhlas.

2. TEKUN BERUSAHA DAN TAWAKKAL - Sentiasa bersungguh-sungguh dalam pembelajaran tanpa menurut keadaan dan masa dengan menghindari perasaan malas dan mudah jemu dengan buku pengajian. Ini dapat diatasi dengan membaca nota atau buku-buku yang kecil dan ringan atau mendengar kaset ceramah agama yang berbahasa Melayu dan sebaiknya berbahasa Arab.Perkara ini mampu melembut hati kita kerana sesiapa yang menjauhi nasihat ataupun tazkirah diri ditakuti Allah akan mengeraskan hatinya sebagaimana firman Allah dalam ayat 5 surah as-Sof yang bermaksud : Dan ingatlah ketika mana nabi Musa berkata kepada kaumnya :"Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku sedangkan kamu mengetahui bahawa aku ini adalah utusan Allah kepadamu?". Maka tatkala mereka buat endah tak endah sahaja lalu Allah memalingkan hati mereka dan Allah tidak memberi petunjuk kerpada kaum yang fasik. Ayat ini walaupun menceritakan umat nabi Musa tetapi peringatannya terus kekal hingga sekarang untuk kita sama-sama ambil iktibar dan pengajaran daripadanya. Kita juga hendaklah mewujudkan suasana sekeliling terutama di rumah dengan budaya ilmu bukannya budaya yang dipenuhi dengan cara mewah dan kesenangan serta hiburan yang boleh menghilangkan perasaan semangat untuk menambah ilmu dan pengetahuan.Kita hendaklah mencontohi ulama'-ulama' silam yang mana mereka belajar dalam keadaan susah tetapi tekun yang mana mereka sentiasa berada dalam suasana belajar bukannya mewah dan penuh kesenangan yang menyebabkan hilangnya perasaan bersungguh untuk belajar.Disamping itu kita mestilah bertawakkal kepada Allah agar kejayaan diimpikan akan menjadi milik kita.Tawakkal yang dilakukan mestilah mencukupi syaratnya iaitu berusaha, tekun, yakin, tidak mudah putus asa dan menyerah natijah ataupun keputusan kepada Allah sepenuh hati.

3. MENJAUHI MAKSIAT – Kita mestilah menghidupkan budaya amar ma’ruf dan nahi munkar dalam diri dan suasana sekeliling mengikut kemampuan yang ada. Sesungguhnya ilmu itu adalah nur yang suci yang mana ia tidak dapat kita perolehi jika diri kita sentiasa disaluti dengan najis-najis dosa. Cubalah sedaya yang mungkin di dalam menghindari kehendak nafsu kita dengan menutup segala jalan menuju ke arahnya.Jangan sekali-kali kita membuka jalan kepada maksiat untuk bertapak di hati kita. Jangan terlalu mengambil mudah dan endah tak endah sahaja terhadap perkara maksiat ini yang mana ia boleh menjerumuskan kita kepada maksiat yang lebih besar lagi. Di zaman sekarang ramai orang memandang maksiat yang kecil seperti maksiat mata, mulut, telinga, tangan(internet ataupun tulisan) serta pergaulan antara lelaki dan perempuan yang halal berkahwin hanya suatu perkara yang biasa dan dirasakan ia bukannnya maksiat dan mereka hanya menganggap hanya dosa besar seperti berzina, mencuri, memukul orang dan lain-lain lagi sahaja sebagai maksiat. Dosa yang kecil jika dibuat berterusan akan menjadi dosa besar.

4. MEMILIH TEMAN YANG SOLEH - Pilihlah teman yang mampu membawa kita ke arah kebaikan dan cubalah hidupkan budaya nasihat menasihati antara satu sama lain di dalam rumah kita sendiri samada berbentuk rasmi seperti diskusi kitab atau melalui perbincangan yang tidak rasmi setiap hari.Loqman Al-Hakim pernah berpesan kepada anaknya supaya sentiasa bersama orang alim dan soleh serta menghadiri majlis ilmu kerana apabila Allah menurunkan keberkatan kita turut sama memperolehinya. Disamping itu apabila kita sentiasa bersama orang soleh akan menasihati kita ke arah kebaikan serta menegur kita apabila berlakunya kesilapan dan kesalahan. Ini kan mematangkan lagi diri kita disamping menambahkan lagi semangat kita dalam belajar. Ini bukan bermakna kita diminta menjauhi mereka yang tidak soleh sebaliknya kita diminta berdakwah kepada mereka setakat kemampuan yang ada dan jangan pula kita yang terpengaruh dengan cara hidup mereka. Ingatlah firman Allah dalam surah Al-Zukhruf ayat 67 yang bermaksud :Teman-teman yang rapat pada hari itu sebahagiannya menjadi musuh kepada sebahagian yang lain kecuali mereka yang bertaqwa. Rasulullah S.A.W pernah berpesan kepada kita melalui hadis yang diriwayatkan oleh imam Tarmizi dan Abu Daud : Seseorang itu mengikut agama sahabat temannya. Maka hendaklah seseorang itu memerhati siapakah yang dijadikan teman.

5. BANYAKKAN ZIKRULLAH – Pastikan kita sentiasa solat lima waktu secara berjemaah dan mengamalkan wirid serta doa selepas solat walaupun ringkas kerana ulama’ sufi begitu menitik beratkan perkara wirid ini kerana ia boleh menghidupkan hati yang mati dan ia juga boleh mendatangkan perasaan ingin memusabahkan diri dengan amalan seharian. Tanpa wirid yang ma’thur selepas solat boleh menyebabkan perasaan zikrullah agak berkurangan dan ia boleh mendatangkan perasaan memudahkan segala kewajipan yang telah diperintahkan oleh Rabbul ‘Izzati. Jangan ajar diri kita melengah-lengahkan solat lima waktu kerana ia akhirnya mampu membawa diri kita ke arah mengabaikan solat. Bacalah Al-Quran sekurang-kurangnya sehelai setiap hari kerana ia merupakan ibu segala ubat. Hidupkan amalan-amalan sunat dalam setiap gerak kerja kita seharian kerana hidup yang sentiasa dihiasi dengannya akan sentiasa diberkati dan diredhai oleh Allah dan makhluk-Nya.

6. MENJAGA KEHORMATAN- Kita wajib menjaga kehormatan diri sendiri dan juga orang lain. Tutup segala ke'aiban diri dan orang lain kerana ia membawa kepada keredhaan Allah dan manusia lain kepada diri kita.Hanya orang yang mana kehidupannya dicucuri dengan keredhaan dan rahmat Allah sahaja yang mampu merasakan kebahagian di dalam kehidupan seharian. Manakala mereka yang jauh daripada rahmat Allah, hidup mereka dipenuhi dengan perkara yang kurang baik dan derita. Jangan sekali-kali menyakiti hati orang lain kerana doa orang yang dizalimi adalah lebih bahaya daripada panah malam.Firman Allah dalam ayat 12 surah Al-Hujurat yang bermaksud : Wahai orang-orang yang beriman! jauhilah kebanyakan perasaan prasangka, sesungguhnya sebahagian daripada prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari kesalahan orang lain dan janganlah pula sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain. Adakah salah seorang daripada kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati?. Maka sudah tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

7. DOA DAN KEREDHAAN IBUBAPA- Kita hendaklah sentiasa menjaga perasaan kedua ibubapa kita dan menghormati mereka dalam perkara yang tidak menyalahi syariat Islam. Sentiasa berhubung dengan mereka dan mengambil berat tentang keadaan keduanya serta mendoakan kebahagian mereka di dunia dan akhirat. Kita juga hendaklah sentiasa meminta agar mereka meredhai kita dan mendoakan kejayaan kita. Ingatlah bahawa keredhaan Allah bergantung kepada keredhaan ibubapa terhadap kita. Firman Allah dalam ayat 23 hingga 24 surah al-Isra' yang bermaksud : Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibubapamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang daripada keduanya ataupun kedua-duanya telah lanjut usia mereka dalam jagaan kamu, maka jangan sekali-kali kamu mengherdik kepada keduanya dengan perkataan "uf" dan janganlah kamu menghertak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucaplah : " Wahai Tuhanku! kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidikku semasa kecil".

8. MENGHORMATI GURU- Kita juga wajib menghormati guru dan mematuhi segala arahannya selagi mana tidak menyalahi kehendak Islam. Kita mesti patuh kepadanya walaupun fikrah atau pendapat kita berbeza. Kita pernah mendengar bagaimana imam As-Syafi'e walaupun berijtihad bahawa qunut di dalam solat Subuh sunat ab'adh(kena sujud sahwi jika tidak melakukannya) tetapi dia tidak melakukannya apabila mendirikan solat itu berhampiran maqam gurunya imam Malik kerana menghormati gurunya. Bagaimana dengan kita? Sesungguhnya ulama' silam begitu menitik beratkan masalah keberkatan ilmu, sedangkan kita hari ini tidak lagi mengendahkan perkara ini. Ini menyebabkan timbulnya pelbagai masalah terutama keruntuhan akhlak di kalangan remaja.Guru janganlah dianggap sebagai guru di sekolah, universiti atau di tempat pengajian sahaja tetapi kita mestilah menganggap bahawa dia pengajar dan secara langsung sebagai pendidik yang mesti dihormati walaupun di mana berada.Cubalah kita fikir dan renungi bersama tentang dua keadaan berbeza antara pelajar dulu dan sekarang mengenai pandangan dan penghormatan mereka terhadap guru. Tanpa ada keserasian dan kasih sayang yang wujud antara guru dan pelajar tidak memungkinkan berlakunya ketenteraman dalam kehidupan seharian.Oleh itu marilah kita sama-sama membina kembali keutuhan dan mahabbah antara guru dan pelajar agar ia mampu menyinarkan kembali suasana harmoni serta menghindari perkara negatif dalam kehidupan.

9. BERAMAL DENGAN SEGALA ILMU YANG DIPEROLEHI - Kita mengamalkan segala ilmu yang dipelajari setakat mana yang termampu oleh kita. Ulama' silam sentiasa mengingatkan kita bahawa orang yang berilmu dan tidak beramal dengan ilmunya akan dihumban ke dalam api neraka lebih dahulu daripada penyembah berhala. Jadikanlah ilmu yang dipelajari sebagai benteng daripada terjerumus ke kancah maksiat dan jadikanlah juga ia sebagai senjata di dalam mematahkan serangan musuh Islam serta jadikankanlah ia sebagai ubat yang mujarab di dalam menyembuhkan penyakit jahil dan batil di dalam masyarakat. Jangan jadikan ia sebagai barangan jualan untuk mengejar kekayaan dunia yang sementara. Berapa ramaikah yang telah dihinakan oleh Allah kerana melacurkan ilmu semata-mata untuk mengaut kemewahan dunia.Inilah merupakan antara sebab atau punca yang menyebabkan umat Islam terus mundur.Berapa ramaikah mereka yang belajar tentang al-Quran dan Hadis tetapi mereka dilaknat oleh keduanya kerana tidak merealisasikan segala apa yang dipelajari.Oleh itu kita mestilah beringat dan berhati-hati mengenai perkara ini demi kebahagian kita di dunia yang sementara dan akhirat yang kekal selamanya. Begitu mudah untuk memberi nasihat dan tazkirah tetapi begitu sukar untuk mengota dan merealisasikannya dalam kehidupan. Tanpa usaha yang bersungguh- sungguh, kita tidak mampu melaksanakannya.Samalah kita sama-sama menghayati firman Allah dalam ayat 2 hingga 3 surah as-Sof yang bermaksud :Wahai orang-orang yang beriman! mengapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak kotakan? Amat besar kebencian Allah di sisi Allah bahawa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kotakan.

10 ciri2 anak yang soleh...


1.Mempunyai iman @ aqidah yang sempurna.

2.Beramal soleh (mengamalkan perintah Allah S.W.T)
cth : sentiasa menunaikan solat,puasa,membelanja wang ke jalan Allah,berpakaian secara Islam,bergaul secara Islam dan sentiasa memastikan makanan dan minuman dari yang halal.

3.Menghormati Ibubapa,guru,orang tua,jiran & kawan.

4.Rajin beribadat kepada Allah S.W.T dan berdoa kepada-Nya.

5.Mempunyai kesedaran dan tanggugjawab beragama.

6.Sentiasa berdoa kepada ibubapa samada yang masih hidup @ telah meninggal dunia.

7.Memiliki akhlak @ moral yang baik.

8.Rajin belajar dan membaca serta tekun dalam pekerjaan/pembelajaran dan memiliki sifat tidak putus asa.

9.Berusaha dan bertawakal kepada Allah S.W.T.

10.Ikhlas,yakni melatih diri melakukan sesuatu tugas dengan ikhlas kerana Allah S.W.T.

Monday, November 7, 2011

Suka...Sayang...Cinta...


Saat kau MENYUKAI seseorang, kau
ingin memilikinya untuk keegoanmu
sendiri.

Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau
ingin sekali membuatnya bahagia dan
bukan untuk dirimu sendiri.

Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan
melakukan apapun untuk kebahagiaannya
walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.


Saat kau menyukai seseorang dan berada
disisinya maka kau akan
bertanya,"Bolehkah aku merinduimu?"

Saat kau menyayangi seseorang dan
berada disisinya maka kau akan
bertanya,"Bolehkah aku mendampingimu?"

Saat kau mencintai seseorang dan
berada disisinya maka kau akan
menggenggam erat tangannya...


SUKA adalah saat ia menangis, kau akan
berkata "Sudahlah, jgn menangis."

SAYANG adalah saat ia menangis dan kau
akan menangis bersamanya.

CINTA adalah saat ia menangis dan kau
akan membiarkannya menangis dibahumu
sambil berkata, "Mari kita selesaikan
masalah ini bersama-sama. "


SUKA adalah saat kau melihatnya kau
akan berkata,"Ia sangat cantik/tampan
dan menawan."

SAYANG adalah saat kau melihatnya kau
akan melihatnya dari hatimu dan bukan
matamu.

CINTA adalah saat kau melihatnya kau
akan berkata,"Buatku dia adalah
anugerah terindah yang pernah Tuhan
berikan padaku.."


Pada saat orang yang kau SUKA
menyakitimu,maka kau akan marah dan
tak mau lagi bicara padanya.

Pada saat orang yang kau SAYANG
menyakitimu,engkau akan menangis
untuknya.

Pada saat orang yang kau CINTAI
menyakitimu,kau akan berkata,"Tak apa
dia hanya tak tau apa yang dia
lakukan."


Pada saat kau suka padanya, kau akan
MEMAKSANYA untuk menyukaimu.

Pada saat kau sayang padanya, kau akan
MEMBIARKANNYA MEMILIH.

Pada saat kau cinta padanya, kau akan
selalu MENANTINYA dengan setia dan
tulus...


SUKA adalah kau akan menemaninya bila
itu menguntungkan.

SAYANG adalah kau akan menemaninya di
saat dia memerlukan.

CINTA adalah kau akan menemaninya tak
perduli bagaimana pun keadaanmu.


SUKA adalah hal yang menuntut.

SAYANG adalah hal memberi dan menerima.

CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

Rashid suamiku....


Rashid melipat sejadah. Dia baru saja menunaikan solat Asar berimamkan bapa mertuanya, Haji Sarip. Sudah tiga hari dia bercuti di kampung. Esok dia harus memulakan tugas seperti biasa. Setelah bersalaman dengan ibu dan bapa mertua. Rashid dan isterinya, Zakiah meminta diri untuk pulang.Tidak lama kemudian, kereta Wira Aeroback yang dipandu meluncur di jalanraya. Perjalanan dijadualkan akan mengambil masa lebih 2 jam..Bersama dengan isteri yang dikahwininya dua tahun yang lalu. Mungkin belum rezeki, mereka belum dikurniakan cahaya mata.Rashid tidak memikirkan sangat soal zuriat kerana perkahwinan mereka masih muda. Lagipun mereka berdua sama-sama bekerja. Cadangnya setelah ekonomi mereka kukuh sedikit, barulah merancang untuk menerima cahaya mata.Hampir sejam berlau, Rashid membelok memasuki lebuhraya. Bahang matahari sudah mengendur. Keremangan petang membuatkan cuaca lebih nyaman. Ketika mengerling ke wajah isterinya, Rashid tersenyum. Zakiah sudah terlena.

Rashid menghidupkan radio. Mendengar lagu untuk mengatasi perasaan mengantuk. Ketika jam menunjukkan pukul 7:30 malam, Zakiah membuka mata. Dilirik wajah suaminya sepintas lalu. Sudah masuk waktu Maghrib. Kalau tidak dingatkan, pasti suaminya tidak akan berhenti untuk menunaikan solat Maghrib. “Dah Maghrib, bang. Berhenti sekejap.” Wajah Rashid kelihatan keruh. Membayangkan perasaan kurang senang mendengar permintaan isterinya. Zakiah sedia maklum. Suaminya bukan sembahyang sepanjang waktu. Hanya di depan kedua orang tuanya. Malahan di depan orang tuanya sendiri, Rashid tidak pernah sembahyang. Zakiah kesal dengan sikap suaminya, sudah puas dia memberikan nasihat tetapi langsung tidak mempan.

Beberapa kilometer kemudian, Rashid membelok masuk ke tempat rehat. Zakiah kurang yakin suaminya akan turut sama menunaikan solat Maghrib. Selalunya Rashid lebih rela menunggu di dalam kereta atau membasahkan tekak di medan selera. Tempat rehat kelihatan sesak dengan kenderaan. Rashid tidak menemui ruang untuk memarkir kereta. Dia menghentikan kereta, meminta Zakiah turun.
“Abang tak turun sekali?” tanya Zakiah penuh harapan.
“Kiah pergilah… abang tunggu kat sini. Tak ada parking,” jawab Rashid mudah. Sepeninggalan Zakiah yang turun bersama beg berisi telekung, Rashid memejamkan mata. Tempat parking masih penuh. Dia terlelap seketika, terjaga semula sewaktu Zakiah membuka pintu kereta. Perjalanan diteruskan.

“Abang tidur?” tegur Zakiah.
“Ha… terlelap sekejap. Letih rasa badan ni.”
“Kalau abang letih, biar Kiah bawak.”
“Tak apa… kalau tak tahan sangat Kiah bawaklah nanti.” Zakiah tidak membantah. Lagipun dia sendiri terasa penat.

Hujan mulai turun membasahi jalan. Rashid memperlahankan kereta. Memandu dalam keadaan jalan licin mengundang risiko. Namun malang tidak berbau. Rashid sudah berhati-hati tetapi ada pemandu lain yang kurang memikirkan keselamatan diri dan orang lain. Secara tiba-tiba Rashid merasakan sesuatu merempuh bahagian belakang keretanya. Dentuman yang amat kuat kedengaran. Serentak dengan itu kereta yang dipandunya melambung sebelum menghempas jalan dengan bahagian atas ke bawah. Apabila sudah menyedari apa yang sebenarnya berlaku, Rashid berusaha keluar. Namun kakinya tersepit sedangkan Zakiah di sebelahnya tidak sedarkan diri.

“Ya Allah… selamatkan kami… ” bisiknya perlahan. Terasa mukanya basah, darah merah mengalir. Orang ramai datang membantu mengeluarkan Zakiah terlebih dulu. Kemudian giliran Rashid tetapi usaha mereka gagal kerana kaki Rashid tersepit.
“Tersepit… tak boleh tarik… Kena tunggu bantuan. Kita bawa dulu yang perempuan ke hospital.” Rashid berdoa dan berdoa tanya henti agar Allah S.W.T menyelamatkan Zakiah dan dirinya.
“Bertahan, encik. Kami sudah memanggil bomba!”

Anehnya Rashid tidak merasakan kesakitan yang sewajarnya. Boleh dikatakan kakinya tidak terasa dihimpit oleh sesuatu. Namun dia gagal untuk menggerakkannya.
“Tolong saya, encik… ” pinta Rashid dengan nada sayu.
“Mengucap… cik… berdoa kepada Allah… cik akan selamat.”
“Sabar encik… tak lama lagi pasukan penyelamat akan sampai.” Kata-kata memberi semangat silih berganti menusuk telinganya.Dengan keremangan malam, Rashid melihat begitu ramai yang mahu membantu. Syukur. Pandangannya tertumpu pada seorang lelaki yang memakai jubah serba putih. Berserban dan berjanggut lebat. Kelihatan mulutnya terkumat-kamit sambil tangannya memegang tasbih.

“Ya Allah… selamatkanlah aku… “
Bunyi siren agak melegakan Rashid. Bantuan sudah tiba.Pasukan bomba dengan tangkas mengeluarkan alat kelengkapan untuk mebebaskan Rashid dari himpitan. Beberapa minit berlalu, kemudian suasana menjadi sunyi apabila salah seorang anggota bomba bersuara.
“Kakinya tak tersepit apa-apa. Pelik… kenapa tak boleh keluar?”

Usaha untuk mengeluarkan Rashid terhenti. Semua yang ada di situ kebingungan. Mereka tidak mampu menarik Rashid keluar, sedangkan tidak ada apa-apa yang menghimpitnya. Rashid sendiri kebingungan. Bencana apa yang sedang menimpanya.
“Ini bukan kerja manusia macam kita… kena panggil orang yang tahu… ” terdengar sebuat pendapat. Rashid semakin gementar. Doanya tidak putus-putus. Ketika mulutnya terkumat-kamit berdoa, tiba-tiba dia merasakan seseorang berjongkok di sebelahnya. Rashid berpaling, agak tersentak melihat lelaki berjubah tadi berada di sebelahnya.

“Tuan… tolong saya tuan… “
“Saya tak boleh menolong, Yang Berkuasa hanyalah Allah Taala… “
“Saya tak berhenti berdoa, tuan. Tolonglah saya, tuan… “
“Kamu berdoa kepada siapa?” Rashid terdiam. Aneh bunyi pertanyaan lelaki itu. Dalam keadaan cemas begitu, Rashid merasakan bukan tempatnya untuk bergurau. Apatah lagi lelaki itu kelihatan seperti orang alim.
“Sudah tentulah pada Allah.”
“Tetapi Allah bukanlah Tuhan kamu!”

Rashid tidak mampu hendak menggerakkan sebarang anggota. Kalau tidak, sudah pasti dia akan mengerjakan lelaki itu. Nampak saja alim, tetapi bercakap seperti orang yang tidak berilmu.
“Bukankah selama ini kamu tak pernah menyembah Allah. Kamu hanya mendirikan sembahyang di depan mentua kamu. Sedangkan di belakang mereka, kamu tidak pernah ingat pada Allah. Tidakkah kamu malu meminta pertolongan dari Allah. Kenapa kamu tidak meminta pertolongan dari mentua kamu!”
Tenggorok Rashid terasa amat kering. Dia ingin bersuara, memohon ampun atas kesilapannya selama ini, tetapi tidak ada suara yang keluar.

Lelaki berjubah itu hanya tersenyum, kemudian bangun dan meninggalkan Rashid. Rashid berusaha untuk memanggil, ingin memaklumkan bahawa dia menyesal tetapi mulutnya tidak mampu lagi dibuka. Sedangkan kesakitan mula terasa.Sesuatu yang amat berat menghimpit sehingga dia tidak mampu bernafas. Rashid cuba meronta tetapi usahanya hanya sia-sia. Tidak lama kemudian dia tidak sedarkan diri.

“Abang… bang! Abang!!” , sayup-sayup terdengar suara memanggilnya dari jauh.
“Abang !!! … bang !! Abang !!!, suara tersebut didengarinya semakin jelas. Itu suara Kiah.
Perlahan Rashid membuka mata. Wajah isterinya memenuhi pandangan. Syukurlah isterinya selamat. Rashid memanjatkan kesyukuran di dalam hati. Akhirnya mereka mampu keluar dari bencana.
“Sedapnya tidur… naik serak suara Kiah mengejutkan abang… “
Tidur? Rashid terpinga-pinga. Segera dia memandang sekeliling. Ya Allah! Dia masih berada di tempat rehat.

“Kiah tunggu sekejap… abang nak solat Mahgrib!” kata Rashid sambil terkocoh-kocoh membuka pintu kereta. Zakiah tercengang, senyuman merekah di bibirnya.
Anas menceritakan beliau mendengar Rasulullah S.W.T bersabda :-
“ALLAH S.W.T BERFIRMAN : AKU TANGGUHKAN MALAPETAKA YANG SEHARUSNYA DITIMPA KE ATAS SESUATU DAERAH APABILA AKU LIHAT DI SITU ADA ORANG YANG KERAP KEMASJID, KASIH ANTARA SATU SAMA LAIN DEMI KEPENTINGAN DAN BERSEDIA MEMOHON AMPUN PADA WAKTU TENGAH MALAM”.

Motivasi...


Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa?
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja

Sunday, November 6, 2011

Menghargai sebuah kehidupan...


*Gagal merancang bererti merancang untuk gagal. Hidup kita sudah terbiasa dengan pelbagai rancangan, sama ada apa yang dirancang untuk kita, atau kita sendiri merancang dengan pelbagai harapan.

*Hidup berjalan dengan pelbagai perancangan dan jangkaan. Kita melepasi peringkat sekolah rendah – sekolah menengah – universiti – kerja – kahwin – anak – tua – pencen. Setiap peringkat itu berjaya ditempuh dengan kejayaan mengatasi kebarangkalian ia tidak berlaku. Tidak semua yang bersekolah rendah sampai ke sekolah menengah. Tidak semua yang di universiti berjaya menggenggam segulung ijazah. Belum tentu semua yang berijazah mendapat kerja. Bukan semua yang bekerja bertemu jodoh, berkahwin, beranak pinak dan mencecah usia tua.

*Semuanya sentiasa dengan kebarangkalian harapan tidak tercapai
Hanya satu yang pasti berlaku iaitu MATI! Fikir mati pun mati, tak fikir mati pun mati. Bersedia untuk mati pun mati, tak bersedia untuk mati pun mati.

*Justeru janganlah dipanggil bakal Datuk kerana mungkin tidak jadi Datuk. Jangan dipanggil bakal Puan Seri kerana mungkin tidak jadi Puan Seri.

*Sebaliknya, WAHAI BAKAL-BAKAL JENAZAH sekalian! Itulah saya dan anda semua.

*Islam tak mengajar kita takut dengan kematian tetapi menyedari adanya kematian di hadapan maka HARGAILAH SEBUAH KEHIDUPAN

*Teringat kepada perbualan saya dengan ibu bapa yang anak mereka sakit jantung – jangan difikir ajal anak itu kerana mungkin doktor mati dulu kemalangan. Mungkin ibu bapa mati dulu. Mungkin saya mati dulu berbanding anak kecil yang sakit itu. Justeru janganlah dibimbangkan tentang kematian. Sebaliknya hargai setiap detik yang ada.

*Nabi SAW bersabda: صلِّ صلاة مودِّع كأنك تراه ، فإن كنت لا تراه فإنه يراك yakni “bersolatlah kamu dengan solat perpisahan seolah-olah kamu melihat Allah. Jika kamu tidak dapat merasakan yang kamu melihat-Nya, sekurang-kurangnya rasakanlah bahawa Dia itu melihat kamu”.

*Kita akan mati di antara dua solat. Tiada jaminan selesai solat Asar, kita sempat sampai ke Maghrib. Justeru setiap solat, lakukanlah ia sebagai solat terbaikmu.
Wal-‘Asr

ABU SAIF @ www.saifulislam.com
68000 AMPANG

Wednesday, October 26, 2011

Konvo KONVO..





Assalam…..hari nih bangun awal lah jugak…teman kawan serumah ke parit raja darat…semalam gatal nak menjala ikan…ntah lubok mana dia redah….sampai pecah tayar mtor….so tinggal lah mtor tuh disana…selepas selesai membaiki mtor..aku terus ke perpustakaan UTHM…my best friend ada sesi photografi pagi tadi….melaram lah dorang dengan jubah konvo masing2…..

Hehe….geli gak hati aku tengok….alhamdulilah dah berjaya menamatkan pengajian masing2….insyaAllah…masa aku akan smapai juga sebentar sahaja lagi…..sabar ye ijoy…muahahhaa…bila mana dah sampai ke kawasan perpustakaan nih….ape lagi….(ijoy….meh cnih kata min…hang tolong pegang binatang nih no….alamak…x pasal2 jadi crew pengambaran plak) herm layan….lagipon bukan orang lain ye dak….kawan sendiri jugak….esok lusa dorang plak bantu aku….hehehe…

Bila mana dah ramai2 nih….mcm2 perangai yang keluar…rasa nak penampor je swg2 budak nih…kena plak depan aweks2 td…semakin menjadi2….apa lagi…aku lah yang kena bahan….hehe….tp x pa…dah masak sgt ngan bebudak nih….kalau tak x meriah lah kan sesi pengambaran pagi tadi….hehe…sempat lah jugak dwg snap gambar aku sekali…hehe…terasa diriku begitu dihargai…cewAAAAh…..huahuahua….erm….btw….tahniah sangat2 kat mail n reza…berjaya jugak korang sehingga ke tahap ini kan…min n aku….insyaALLAH….korang doakan kami plak yek….hehe…semoga korang success dengan perancangan masa depan korang…hehe….k sampai di sini sahaja…sekian…wsslm warahmatullah….

Sunday, October 23, 2011

Ikan besau...



Assalam…..baru sahaja melepasi fasa pertama pengajian…memang agak sibuk dengan ujian selaras pertama….assignment….projek sarjana muda dan banyak lagi projek2 yang seangkatan dengannya…..woho……nikmatkan bergelar pelajar nih….kesemuanya akan menjadi suatu kenangan yang terindah….mungkin boleh lah nak dijadikan pesanan dan kata2 semangat kepada bakal anak2 nanti….hehe…..sungguh kehadapan….

Hujung minggu kali nih just relaks je kat rumah…even kerja still bertimbun…but perlu luangkan masa juga utk tenangkan fikiran….insyaALLAH dalam 2 minggu lagi akan bermulalah cuti pertengahan semester selama seminggu…sekali dengan cuti hari raya haji lah kiranya…rindu dah nih kat family di perak…..moga dapat berjumpa mereka semua nanti….hehe….

Sebentar lagi nak kuar nih ngan semua bebudak rumah….nak menjamu selera dengan ikan besar hasil pancingan di laut dalam mersing….kawan2 lah yang rajin memancing…..insyaAllah…cadangnye sem depan aku dan semua budak umah akan pergi jugak….mane boleh tahan…semua bawak balik ikan besau2….hehe…hah kat cnih sempat gak aku sertakan gambar hasil ikan yg diperolehi td….tp yg nih versi siap masak…ketam pon ade….so selamat menjamu selera…wassalam...

Sunday, October 16, 2011

Mana Mak...


Mana Mak?'

Jam 6.30 petang.

Mak berdiri di depan pintu. Wajah Mak kelihatan resah. Mak tunggu adik bungsu balik dari sekolah agama.

Ayah baru balik dari sawah.

Ayah tanya Mak, “Along mana?’

Mak jawab, “Ada di dapur tolong siapkan makan.”

Ayah tanya Mak lagi,” Angah mana?”

Mak jawab, “Angah mandi, baru balik main bola.”

Ayah tanya Mak, “Ateh mana?”

Mak jawab, “Ateh, Kak Cik tengok tv dengan Alang di dalam?”

Ayah tanya lagi, “Adik dah balik?”

Mak jawab, “Belum. Patutnya dah balik. Basikal adik rosak kot. Kejap lagi kalau tak balik juga jom kita pergi cari Adik.”

Mak jawab soalan ayah penuh yakin. Tiap-tiap hari ayah tanya soalan yang sama. Mak jawab penuh perhatian. Mak ambil berat di mana anak-anak Mak dan bagaimana keadaan anak-anak Mak setiap masa dan setiap ketika.

Dua puluh tahun kemudian

Jam 6.30 petang

Ayah balik ke rumah. Baju ayah basah. Hujan turun sejak tengahari.

Ayah tanya Along, “Mana Mak?”

Along sedang membelek-belek baju barunya. Along jawab, “Tak tahu.”

Ayah tanya Angah, “Mana Mak?”

Angah menonton tv. Angah jawab, “Mana Angah tahu.”

Ayah tanya Ateh, “Mana Mak?”

Ayah menunggu lama jawapan dari Ateh yang asyik membaca majalah.

Ayah tanya Ateh lagi, "Mana Mak?"

Ateh menjawab, “Entah.”

Ateh terus membaca majalah tanpa menoleh kepada Ayah.

Ayah tanya Alang, “Mana Mak?”

Alang tidak jawab. Alang hanya mengoncang bahu tanda tidak tahu.


Ayah tidak mahu tanya Kak Cik dan Adik yang sedang melayan facebook. Ayah tahu yang Ayah tidak akan dapat jawapan yang ayah mahu.

Tidak ada siapa tahu di mana Mak. Tidak ada siapa merasa ingin tahu di mana Mak. Mata dan hati anak-anak Mak tidak pada Mak. Hanya mata dan hati Ayah yang mencari-cari di mana Mak.

Tidak ada anak-anak Mak yang tahu setiap kali ayah bertanya, "Mana Mak?"

Tiba-tiba adik bungsu bersuara, “Mak ni dah senja-senja pun merayap lagi. Tak reti nak balik!!”

Tersentap hati Ayah mendengar kata-kata Adik.

Dulu anak-anak Mak akan berlari mendakap Mak apabila balik dari sekolah. Mereka akan tanya "Mana Mak?" apabila Mak tidak menunggu mereka di depan pintu.

Mereka akan tanya, "Mana Mak." Apabila dapat nombor 1 atau kaki melecet main bola di padang sekolah. Mak resah apabila anak-anak Mak lambat balik. Mak mahu tahu di mana semua anak-anaknya berada setiap waktu dan setiap ketika.

Sekarang anak-anak sudah besar. Sudah lama anak-anak Mak tidak bertanya 'Mana Mak?"

Semakin anak-anak Mak besar, soalan "Mana Mak?" semakin hilang dari bibir anak-anak Mak .

Ayah berdiri di depan pintu menunggu Mak. Ayah resah menunggu Mak kerana sudah senja sebegini Mak masih belum balik. Ayah risau kerana sejak akhir-akhir ini Mak selalu mengadu sakit lutut.

Dari jauh kelihatan sosok Mak berjalan memakai payung yang sudah uzur. Besi-besi payung tercacak keluar dari kainnya. Hujan masih belum berhenti. Mak menjinjit dua bungkusan plastik. Sudah kebiasaan bagi Mak, Mak akan bawa sesuatu untuk anak-anak Mak apabila pulang dari berjalan.

Sampai di halaman rumah Mak berhenti di depan deretan kereta anak-anak Mak. Mak buangkan daun-daun yang mengotori kereta anak-anak Mak. Mak usap bahagian depan kereta Ateh perlahan-lahan. Mak rasakan seperti mengusap kepala Ateh waktu Ateh kecil. Mak senyum. Kedua bibir Mak diketap repat. Senyum tertahan, hanya Ayah yang faham. Sekarang Mak tidak dapat lagi merasa mengusap kepala anak-anak seperti masa anak-anak Mak kecil dulu. Mereka sudah besar. Mak takut anak Mak akan menepis tangan Mak kalau Mak lakukannya.

Lima buah kereta milik anak-anak Mak berdiri megah. Kereta Ateh paling gah. Mak tidak tahu pun apa kehebatan kereta Ateh itu. Mak cuma suka warnanya. Kereta warna merah bata, warna kesukaan Mak. Mak belum merasa naik kereta anak Mak yang ini.

Baju mak basah kena hujan. Ayah tutupkan payung mak. Mak bagi salam. Salam Mak tidak berjawab. Terketar-ketar lutut Mak melangkah anak tangga. Ayah pimpin Mak masuk ke rumah. Lutut Mak sakit lagi.

Mak letakkan bungkusan di atas meja. Sebungkus rebung dan sebungkus kueh koci pemberian Mak Uda untuk anak-anak Mak. Mak Uda tahu anak-anak Mak suka makan kueh koci dan Mak malu untuk meminta untuk bawa balik. Namun raut wajah Mak sudah cukup membuat Mak Uda faham.

Semasa menerima bungkusan kueh koci dari Mak Uda tadi, Mak sempat berkata kepada Mak Uda, "Wah berebutlah budak-budak tu nanti nampak kueh koci kamu ni."

Sekurang-kurangnya itulah bayangan Mak. Mak bayangkan anak-anak Mak sedang gembira menikmati kueh koci sebagimana masa anak-anak Mak kecil dulu. Mereka berebut dan Mak jadi hakim pembuat keputusan muktamat. Sering kali Mak akan beri bahagian Mak supaya anak-anak Mak puas makan. Bayangan itu sering singgah di kepala Mak.

Ayah suruh Mak tukar baju yang basah itu. Mak akur.

Selepas Mak tukar baju, Ayah iring Mak ke dapur. Mak ajak anak-anak Mak makan kueh koci. Tidak seorang pun yang menoleh kepada Mak. Mata dan hati anak-anak Mak sudah bukan pada Mak lagi.

Mak hanya tunduk, akur dengan keadaan.

Ayah tahu Mak sudah tidak boleh mengharapkan anak-anak melompat-lompat gembira dan berlari mendakapnya seperti dulu.

Ayah temankan Mak makan. Mak menyuap nasi perlahan-lahan, masih mengharapkan anak-anak Mak akan makan bersama. Setiap hari Mak berharap begitu. Hanya Ayah yang duduk bersama Mak di meja makan setiap malam.

Ayah tahu Mak penat sebab berjalan jauh. Siang tadi Mak pergi ke rumah Mak Uda di kampung seberang untuk mencari rebung. Mak hendak masak rebung masak lemak cili api dengan ikan masin kesukaan anak-anak Mak.

Ayah tanya Mak kenapa Mak tidak telepon suruh anak-anak jemput. Mak jawab, "Saya dah suruh Uda telepon budak-budak ni tadi. Tapi Uda kata semua tak berangkat."

Mak minta Mak Uda telepon anak-anak yang Mak tidak boleh berjalan balik sebab hujan. Lutut Mak akan sakit kalau sejuk. Ada sedikit harapan di hati Mak agar salah seorang anak Mak akan menjemput Mak dengan kereta. Mak teringin kalau Ateh yang datang menjemput Mak dengan kereta barunya. Tidak ada siapa yang datang jemput Mak.

Mak tahu anak-anak mak tidak sedar telepon berbunyi. Mak ingat kata-kata ayah, “Kita tak usah susahkan anak-anak. Selagi kita mampu kita buat saja sendiri apa-apa pun. Mereka ada kehidupan masing-masing. Tak payah sedih-sedih. Maafkan sajalah anak-anak kita. Tak apalah kalau tak merasa menaiki kereta mereka sekarang. Nanti kalau kita mati kita masih ada peluang merasa anak-anak mengangkat kita kat bahu mereka.”

Mak faham buah hati Mak semua sudah besar. Along dan Angah sudah beristeri. Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik masing-masing sudah punya buah hati sendiri yang sudah mengambil tempat Mak di hati anak-anak Mak.

Pada suapan terakhir, setitik air mata Mak jatuh ke pinggan.

Kueh koci masih belum diusik oleh anak-anak Mak.

Beberapa tahun kemudian

Mak Uda tanya Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik, “Mana mak?”.

Hanya Adik yang jawab, “Mak dah tak ada.”

Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik tidak sempat melihat Mak waktu Mak sakit.

Kini Mak sudah berada di sisi Tuhannya bukan di sisi anak-anak Mak lagi.

Dalam isakan tangis, Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik menerpa kubur Mak. Hanya batu nisan yang berdiri terpacak. Batu nisan Mak tidak boleh bersuara. Batu nisan tidak ada tangan macam tangan Mak yang selalu memeluk erat anak-anaknya apabila anak-anak datang menerpa Mak semasa anak-anak Mak kecil dulu.

Mak pergi semasa Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik berada jauh di bandar. Kata Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik mereka tidak dengar handphone berbunyi semasa ayah telepon untuk beritahu mak sakit tenat.

Mak faham, mata dan telinga anak-anak Mak adalah untuk orang lain bukan untuk Mak.

Hati anak-anak Mak bukan milik Mak lagi. Hanya hati Mak yang tidak pernah diberikan kepada sesiapa, hanya untuk anak-anak Mak..

Mak tidak sempat merasa diangkat di atas bahu anak-anak Mak. Hanya bahu ayah yang sempat mengangkat jenazah Mak dalam hujan renyai.

Ayah sedih sebab tiada lagi suara Mak yang akan menjawab soalan Ayah,

"Mana Along?" , "Mana Angah?", "Mana Ateh?", "Mana Alang?", "Mana Kak Cik?" atau "Mana Adik?". Hanya Mak saja yang rajin menjawab soalan ayah itu dan jawapan Mak memang tidak pernah silap. Mak sentiasa yakin dengan jawapannya sebab mak ambil tahu di mana anak-anaknya berada pada setiap waktu dan setiap ketika. Anak-anak Mak sentiasa di hati Mak tetapi hati anak-anak Mak ada orang lain yang mengisinya.

Ayah sedih. Di tepi kubur Mak, Ayah bermonolog sendiri, "Mulai hari ini tidak perlu bertanya lagi kepada Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik , "Mana mak?" "

Kereta merah Ateh bergerak perlahan membawa Ayah pulang. Along, Angah, Alang dan Adik mengikut dari belakang. Hati ayah hancur teringat hajat Mak untuk naik kereta merah Ateh tidak kesampaian. Ayah terbayang kata-kata Mak malam itu, "Cantiknya kereta Ateh, kan Bang? Besok-besok Ateh bawalah kita jalan-jalan kat Kuala Lumpur tu. Saya akan buat kueh koci buat bekal."

"Ayah, ayah....bangun." Suara Ateh memanggil ayah. Ayah pengsan sewaktu turun dari kereta Ateh..

Terketar-ketar ayah bersuara, "Mana Mak?"

Ayah tidak mampu berhenti menanya soalan itu. Sudah 10 tahun Mak pergi namun soalan "Mana Mak?" masih sering keluar dari mulut Ayah sehingga ke akhir usia.

Sebuah cerita pendek buat tatapan anak-anak. Kata orang hidup seorang ibu waktu muda dilambung resah, apabila tua dilambung rasa. Kata Rasulullah saw. ibu 3 kali lebih utama dari ayah. Bayangkanlah berapa kali ibu lebih utama dari isteri, pekerjaan dan anak-anak sebenarnya. Solat sunat pun Allah suruh berhenti apabila ibu memanggil. Berapa kerapkah kita membiarkan deringan telepon panggilan dari ibu tanpa berjawab?

Monday, October 10, 2011

Hanya Tuhan yang tahu...


Ku pendamkan perasaan ini...
Ku rahsiakan rasa hati ini...
Melindungkan kasih yang berputik...
Tersembunyi di dasar hati...

Ku pohonkan petunjuk Illahi...
Hadirkanlah insan yang sejati...
Menemani kesepian ini...
Mendamaikan sekeping hati...

Oh Tuhanku...
Berikanlah ketenangan abadi...
Untukku menghadapi resahnya hati ini...
Mendambakan kasih insan yang ku sayang...

Dihati ini hanya tuhan yang tahu...
Dihati ini aku rindu padamu...
Tulus sanubari menantikan hadirmu...
Hanyalah kau gadis pilihanku...

Kerana batasan...
Adat dan syariah...
Menguji kekuatan...
Keteguhan iman...
Insan yang berkasih...

Untukmu teman...


Pertemuan Kita Di Suatu Hari
Menitiskan Ukhwah Yang Sejati
Bersyukurku Ke Hadrat Ilahi Di Atas Jalinan Yang Suci

Namun Kini Perpisahan Yang Terjadi
Dugaan Yang Menimpa Diri
Bersabarlah Di Atas Suratan
Ku Tetap Pergi Jua

Kan Ku Utuskan Salam Ingatanku
Dalam Doa Kudusku Sepanjang Waktu
Ya Allah Bantulah Hamba Mu

Mencari Hidayah Daripada Mu
Dalam Mendidikkan Kesabaranku
Ya Allah Tabahkan Hati Hamba Mu
Di Atas Perpisahan Ini

"Teman Betapa Pilunya Hati Menghadapi Perpisahan Ini.
Pahit Manis Perjuangan Telah Kita Rasa Bersama. Semoga
Allah Meredhai Persahabatan Dan Perpisahan Ini. Teruskan
Perjuangan"

Kan Ku Utuskan Salam Ingatanku
Dalam Doa Kudusku Sepanjang Waktu
Ya Allah Bantulah HambaMu

Senyuman Yang Tersirat Di Bibirmu
Menjadi Ingatan Setiap Waktu
Tanda Kemesraan Bersimpul Padu
Kenangku Di Dalam Doamu

Semoga Tuhan Berkatimu

Saturday, October 8, 2011

Rajinnya....


Assalam….hari nih bangun awal2 pagi….lepas subuh terus mandi…. Hehe….sebab dah janji ngan housemate nak beli brg dapur sikit….ain evergreen merupakan lokasi yang dipilih…memang amir nih suka benar beli brg kat ctuh….mungkin harganya sungguh berpatutan….so aku just assist je mana yg patut….hehe….erm….sahabat….rakan…..kawan…kenalan…saing….member……ape bezanya semua perkataan ini…..adakah sama semuanya ataupun tidak….namun ape sahaja maksud dan istilahnya itu tidak penting….akan tetapi sejauh manakah kita menghargai mereka ini adalah merupakan intipati utama yang perlu kita titikberatkan….huhu….

Berkawan biar seribu…berkasih biar satu…tak begitu kan….syukur alhamdulilah…Allah mengurniakan ku sahabat yang sungguh menyenangkan….yang saling memperingatkanku kepada syariat agamalah yang paling aku perlukan…kerana manusia itu tidak sempurna….sering lalai dan alpa….justeru perlu diingat dan dinasihati selalu….manusia kan pelupa dr segi istilahnya sendiri…

Pagi td sempat jugak basuh kain baju satu baldi……dah siap sidai dah pun di ampaian….kat rumah di perak tak mahu plak kan cmtuh….but bila sendiri di perantauan nih lebih independent ckit….sebab tak boleh nak bermanja ngan mak…hehe…papepon….chaiyok2 ijoy/zozo…u can do it….ur the best…semangat2….lastly kepada sahabat2 semua….plz remind me…guide me k….kalau salah silalah tegur…insyaAllah…setiap amal yang kita lakukan…pabila niatnya kerana Allah….akan ada hikmah…ganjaran oleh Allah disana nanti…..k sekian…wssalam warahmatullah….

Tuesday, September 27, 2011

Segar di ingatan...


Ukhwah yang terbina persis sekuntum bunga
meski pun kini kita terpisah demi kasih-Nya
namun cebisan kenangan kita
sentiasa bermain di bayangan mata
detik waktu yg berlalu
menjadi memori kau dan aku

Sewaktu kita bersama saling setia menimba ilmu
tanpa mengenal erti penat jemu
ingatkah kau lagi
kita bersama memijak onak duri
ditanah gersang mengutip semangat suci
kini segalanya tersurat dalam sanubari

Bersabarlah dengan ketetentuan-Nya
ada rahmat yg tersembunyi
bertemu berpisah kerana Allah
lumrah kehidupan insan beriman
moga saat nan indah
ku harap berulang lagi

Family Day KKDK...






Assalam....was a nice moment being all KKDKIANS...huhu....weekend lepas ada gak join family day kkdk...hehe...seronok jugak bila mana bertemu balik semula rakan2 setelah hampir 4 bulan bercuti...kira time tuh baru ada kesempatan utk berjumpa semula ramai2...merempit lah kejap ngan si mail menujuke BP Mall...family day kami men bowling beramai2....huhu...

kesian rakan2 yang lain terpaksa menunggu kami berdua...sebab kami dah terlambat waktu tuh...merempit dengan aksi cilok mencilok...wow....thats great...terharu plak semua pakat menunggu kami...hehe....maaf yek semua kengkawan...kami insan yang tidak sempurna...permainan bowling pun dimulakan..seperti biasa lah kan..riuh rendah suara kami...KKDK budak2nya memang periang...memang gamat lah senang cter suasana kat situ...

Dah lama jugak aku tak bermain bowling nih...bedal je lah kan...masuk longkang tuh perkara biasa bg yg amatur mcm aku nih...tp semangat utk menandingi rakan2 yang lain tetap ada berkobar2...hanya ingin melakukan yang terbaik....kalah atau menang belakang criter kan...hehe....so kat cnih ada lah ckit gambar yang sempat aku kongsikan...kuliah telahpun 3 minggu berjalan...dah banyak lah jugak silibus dipelajari...moga akademik aku meningkat semula tahun ini...amin....k jumpa lagi...wslm....

Saturday, September 24, 2011

Akhir zaman...


Aku melihat dunia hari ini,
Orang-orang Islam ibarat di genggam,
belenggu orang-orang kafir.
Akhirat mereka luput
dunia pun tercicir.

Budaya jahil tidak di ambil peduli,
melampau-lampau dalam hiburan,
Khayalan keterlaluan,
luas…luas membanjir,
teruk..tak tertaksir orang-orang yang karam.

Barus,Singkel,Pasai,Ranir,Cord​oba,Baghdad,Andalus,
Hilang…hilang di telan zaman.
Kita lupa semua jawaban persoalan kehidupan,
yang mahir dihafal.

Mampukah kita nak jawab di depan mungkar dan nakir nanti?
Setengah-setengah orang kata,
Sejarah ini ibarat pentas bermain wayang.

Cerita-cerita lampau di hurai,
Di panjang-panjangkan.

Bila tamat,
Di ulang..dan di ulang..ulang kembali,
Itulah sejarah.

Kalau begitu,
takkanlah mustahil,
untuk giliran islam pula yang mendatang,
tamadun kita yang lama dahulu yang indah gemilang hidup semula,
Kembali segar bugar terbentang,
Di dunia yang luas.

-nukilan puisi dari Syed Naquib Al-Attas-

Sunday, September 11, 2011

Long Journey...


Assalam…selamat sampai di bt pahat jhor…meneruskan saki baki tahun akhir pengajianku….haha….sekejap benar masa berlalu…pejam celik pejam celik aku sudah berada di tahun akhir…terlalu banyak suka dan duka aku lalui sepanjang berada di sni…namun ianya aku harungi secara perlahan2….dan sesungguhnya segala kejadian ini lebih mematangkan aku…masih tidak terlewat rasanya untuk aku mengucapkan selamat hari raya kepada semua rakan2 yangmengenali diri ku ini…maafkan salah silap yek…haha…setiap insan tidak smpurna….namun jadilah sesuatu yang terbaik..walaupun kita manusia tidak akan pernah sempurna…lewat ptg semalam aku sampai di sini( bt pahat)…susur keluar yong peng dekat ckit…(singgah sebentar solat di masjid berdekatan simpang masuk ke sri bengkal)…

Segar rasa muka apabila disapukan air…hilang rasa keletihan…ketenangan dirasai pabila selamat sampai…huhu….sakinah sakinah…sakinah…bila mana teringat pada mak pg tadi…tika aku meminta diri untuk berlalu pergi…utk menyambung semula saki baki pengajianku di universiti…ku kucup erat dahi dan kedua pipi emakku…dengan tidak semena-mena emakku mengalirkan air mata….Ya Allah….Engkau sahaja yang tahu perasaan aku dan emakku pada ketika itu…berpisahnya dua insan dalam ikatan suci sebagai seorang ibu dan anak…

Sungguh tidak dapat aku gambarkan dengan kata2…sesungguhnya…Engkau maha mengetahui…kuatkanlah iman ku Ya Allah…permudahkan pengajianku disini….jadikan aku anak yang soleh….berilah aku kesempatan untuk membalas jasa ibuku….doa emakku yang kuharapkan tika ini….itulah kekuatanku…amin ya rab….semoga tahun akhir ini menitipkan kenangan2 yang terindah dalam diari kehidupanku…selepas ini tidak tahu kemana akan ku berhijrah lagi…sesungguhnya Allah maha mengetahui akan sesuatu perkara…sedangkan aku tidak…buat masa sekarang still dalam mood mengemas rumah…hehe….masih menanti kepulangan rakan2 yang lain….selamat pulang semua…berhati-hati di perlajanan….sekian…wassalam….

Saturday, August 27, 2011

Rahmat Ujian...


Dalam derita ada bahagia
Dalam gembira mungkin terselit duka
Tak siapa tahu
Tak siapa pinta ujian bertamu

Bibir mudah mengucap sabar
Tapi hatilah yang remuk menderita
Insan memandang
Mempunyai berbagai tafsiran

Segala takdir
Terimalah dengan hati yang terbuka
Walau terseksa ada hikmahnya

Harus ada rasa bersyukur
Di setiap kali ujian menjelma
Itu jelasnya membuktikan
Allah mengasihimu setiap masa
Diuji tahap keimanan
Sedangkan ramai terbiar dilalaikan
Hanya yang terpilih sahaja
Antara berjuta mendapat rahmatNya

Allah rindu mendengarkan
Rintihanmu berpanjangan
Bersyukurlah dan tabahlah menghadapi

Segala takdir
Terimalah dengan hati yang terbuka
Walau terseksa ada hikmahnya

Allah rindu mendengarkan
Rintihanmu berpanjangan
Bersyukurlah dan tabahlah menghadapi
Segala ujian diberi
Maka bersyukurlah selalu

Wednesday, August 24, 2011

Renungan semalam...


Assalam…still dalam hujung2 ramadhan….genap 24 ramadhan hari ini…sekejap benar masa berlalu…ramadhan bakal berlalu pergi meninggalkan kita…syawal pula bakal menjelma…bagaimana ramadhan kita kali nih…renung2kan lah bersama…dalam memahami agama islam ia bukanlah terlalu sukar…walaubagaimanapun ia juga tidak boleh dipandang terlalu mudah…bersederhanalah dalam mencarinya….insyaALLAH…ia dapat kita fahami dan perhalusi dengan sebaiknya-baiknya…

Terkenang kata2 sahabat yang terpangil untuk berkongsi sedikit ttg islam…islam terbahagi kepada 4 bahagian, iaitu syariat, makrifat,taurikad dan hakikat…keempat-empat perkara ini perlulah dipelajari, difahamkan, diamalkan, dan seterusnya disampaikan kepada sesama saudara islam…tidak lengkap mencari redha Allah sekiranya ke empat2 perkara ini tidak dilakukan secara seiring dalam kehidupan kita manusia yang mengaku beriman kepada Allah.

Manusia yang beriman yakni mengaku keesaan Allah wajib mengikut perintahNya…tidak boleh sama sekali mengambil agama secara sebahagian…percaya adanya Allah…beriman kepadaNya..akan tetapi melanggar perintahNya…mengapa hujung2 usia dunia yang terlalu tua ini ramai yang berperlakuan begini…tahu akan syariat agama…tp tidak berpegang kepadanya…nafsu dijadikan tunjang utama dalam diri sehingga agama dicampakkan ketepi…musahabah diri kita semua…andai esok kita dijemput Allah pergi…adakah kita telah bersedia…sejauh mana harta akhirat kita…renung2kan lah…

Tidak kurang juga akhir zaman ini manusia sering memperbincangkan mengenai isu agama…di corong2 radio….media2 massa…kedai makan…dan byk tempat lain lagi…ia benar…sampaikanlah walau sepotong ayat Allah…pahala bgmu…tp cukupkah kalau sekadar menyampaikan…bagaimana pula dengan dirimu wahai penyampai…adakah kamu beramal dengan ilmu yang kamu ada…itu yang menjadi persoalan…surah as-saf ayat 2 : Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu memperkatakan apa yang kamu tidak melakukannya!...sesungguhnya celakalah bagi orang2 yang memperkatakan tentang sesuatu kebaikan wal hal dia tidak beramal dengan kata2 nya itu…

MasyaAllah…sehingga ke tahap itu syaitan menusuk masuk ke hati manusia…syaitan telah berjanji pada Allah bahawa dia akan senangtiasa menyesatkan anak adam sehingga ke akhirnya…teringat juga aku akan 3 persoalan yang mana pernah diajukan oleh seorang pemuda nih kepada seorang guru agama…yang mana 3 persoalan ini telahpun ditanya beliau kepada ahli2 akademik yang berpendidikan tinggi…bergelar profesor2….namun menjumpai jalan buntu…

Dengan takdir Allah…berjumpa lah pemuda nih dengan seorang insan yang bergelar guru agama ini tadi…dari sudut pendidikan akademik tiada lah sehebat mana….namun pengabdiannya pada Allah…itulah segala-galanya…soalan yang pertama…tentang kewujudan Allah…benarkan Allah itu wujud…yang kedua tentang takdir…apakah yang dimaksudkan dengan takdir…soalan yang ketiga… kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api?,tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”

Tiba-tiba guru agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan kuat. Sambil menahan kesakitan pemuda berkata “Kenapa anda marah kepada saya?” Jawab guru agama “Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawapan saya kepada 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya”. “Saya sungguh-sungguh tidak faham”, kata pemuda itu. Guru agama tersebut bertanya “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Tentu saja saya merasakan sakit”, jawab beliau. Guru agama tersebut bertanya ” Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?”. Pemuda itu mengangguk tanda percaya. Guru Agama bertanya lagi, “Tunjukan pada saya wujud sakit itu!” “ Tak boleh”, jawap pemuda. “Itulah jawapan pertanyaan pertama: kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.” Terang Guru Agama. Guru Agama bertanya lagi, “Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?”. “Tidak” jawab pemuda. “Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?”“Tidak” jawab pemuda.“Itulah yang dinamakan Takdir” Terang Guru Agama. Guru Agama bertanya lagi, “Diperbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?”. “kulit” . Jawab pemuda.“Pipi anda diperbuat dari apa?”“ Kulit “ Jawab pemuda. “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Sakit.” Jawab pemuda. “Walaupun Syaitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syaitan.” Terang Guru Agama.

Maha suci Allah…begitu besar kekuasaanNya…tidak dapat ditafsir oleh kita sebagai manusia yang sesungguhnya sentiasa terbatas dari segala perkara…begitu juga dalam konteks menutup aurat…mendirikan solat…dan byk lagi…semuanya adalah perintah Allah..hendak atau tidak…bg insan yang beriman kepada Allah wajib memenuhinya…jgn diberi alasan tidak dapat menjiwai lagi…tidak smpai seru lagi…dan seangkatan dengan ayat di atas…ajal maut di tangan tuhan…kita tidak mengetahui….sewajarnya lah kita bersedia dr sekarang…jangan kita menyesal di akhirat kelak…muhasabah diri kita di akhir2 ramadhan yang penuh barokah ini….moga kita tergolong di kalangan orang2 yang beriman…amin ya rabbal alamin…peringatan utk diri yang hina ini juga…semoga kita semua beroleh manfaat di dunia wal akhiroh…insyaAllah…sekian wassalam warahmatullah…

Saturday, August 20, 2011

Buka puasa...



Assalam…was a nice moment being all my old friends since secondary school….SPM 2004…kenangan yang tidak dapat aku lupakan…hehe…really appreciate that kind of friends lah senang cter…mlm semalam kami berbuka bersama-sama di salah sebuah restoran steamboat di sri manjung nih…SHABU SHABU nama kedainye…seminggu jugak lah proses persediaan dijalankan…hehe…lebey kurang 10 orang yang dtg semalam…tp ade yang dah blek x sempat bergmbar…

Ok meh cnih aku perkenalkan kawan2 aku nih…starting from the left side…the handsome n cool person one wearing spec adalah best friend aku…en hazwan namanye…still single but not available….dah kije pon kat area manjung nih gak…then yang berbaju ungu tudung putih tuh zubaidah namenya….darah manis tuh…insyaALLAH 3 sept nih dah nak akad nikah…so dah nak masuk fasa not available lah kan….hehe…sebelahnye plak yang berbaju putih dan berambut ikal mayang tuh adalah ezleen….anak tokei kedai baju…..ROHAYA BOUTIQUE….kuang2…dan merangkap girl friend aku yang kedua…hehe…x dek lah..lawak jek….jgn mara k…

Then yang sebelahnye lagi adalah nur hazwani…hah dah puan dah nih…so sweet…sedang mengandung 4 bulan…sweet mummy…hehe…sebelahnye pulak lagi yang cmel2 tuh adalah eika jamil…aku suka lah ngusik dier…die pun x kurang…..suka ngaco aku…same2 lah senang cter…bakal cikgu english tuh…already grad from ukm…TESL…hehe…sleng London tau eika nih...yang pemalas swg tuh…maklumlah baru lepas makan….dok nyando dagu kat bahu eika adalah fatin hamizah….my best friend ar kat sek men dulu…program nih kira die tungkus lumus ar dalam tempah2 makan semua nih…sebab die suka makan…cm aku jugak….so aku ngan fatin bleh jadi geng makan yang baik…haha…

Dan yang terakhir hujung sekali kanan tuh x len dan x bukan…bintang yang kian menyerlah sekarang nih…en ijoy@zozo@mun@cikgu sood@abg fasi@abg cute….hehe…aku lah tuh….x nampak ke gambo aku terpampang kat tepi tuh…selaku penulis cter nih lah….haha…aku suka mencari-cari semula kengkawan nih…story mory blek kan…sharing is caring….byk perkara boleh dikongsi…memang best….so nice…k…nih entry aku kali nih…jumpa lagi ramadhan depan..hehe….wsslam warahmatullah…

Wednesday, August 17, 2011

Kabur...


Assalam…benarlah pepatah mengatakan…cinta tidak semestinya memiliki…terlalu halus sekiranya kita ingin memperbincangkan soal cinta ini…terlalu rumit…segalanya telah ditetapkan oleh Allah sejak di luh mahfuz lagi…pengorbanan yang tinggi perlu dilakukan demi menggapai cinta yang sejati…apa sekalipun nilai cinta itu…cinta pada Allah adalah cinta yang terbaik dan cinta sejati…bukankah Allah telah berjanji…jika engkau tagih cinta Aku…maka cintamu didunia ini akan aku sempurnakan…

Allah senangtiasa bersama-sama dengan orang yang sabar…Dia mengetahui ape yang terbaik untuk hambaNya…sejujurnya hatiku terasa runsing…hatiku bercelaru…terlalu banyak perkara yang aku fikirkan sejak akhir-akhir ini…Allah sedang mengujiku…Ya Allah…jika derita yang Engkau takdirkan pada aku ini membuatkan aku lebih mengingatiMu…maka aku lebih memilih derita ini Ya Allah…daripada bahagia yang kurasakan…akan tetapi hatiku jauh denganMu Ya Allah…aku redha segala ketentuanMu…jika benar ia jodohku..maka dekatkanlah hati kami dengan sinar barakah Mu Ya Allah…dan sekiranya ia bukan jodohku…maka Engkau lapangkanlah dada dan hati kami Ya Allah…agar bertambah ketaqwaan kami kepadaMu Ya Allah…

Hari ini genap 17 hari menempuh ramadhan…muhasabah di mana tahap ke taqwaan kita kepada Allah….carilah malam di mana terdapat di dalamnya malam seribu bulan…lailatul qadar…moga berbahagialah hidup kita didunia wal akhiroh…luahan hati seorang hamba yang kabur…jernihkan hati ku Ya Allah…sesungguhnya Engkau maha mengetahui…sedang hambaMu ini tidak….amin…amin…. ya rabbal alamin….wsslm warahmatullah….

Sunday, August 14, 2011

Mari belajar bahasa jepun....huhu....


Assalam...ptg2 sambil melayari internet....terperasan plak update huruf2 dalam bahasa jepun...so ape lagi....try ar create name sndiri ngan nama sahabat....so ini hasilnya:

kazikizidota rinkazidokato & arikichiki lukachikirinkari

kalau kawan2 pandai try ar carik mksdnye...kalau dah dapat senyap tau....hehe....selamat mencuba...

Saturday, August 13, 2011

Kelebihan tadarrus di bulan ramadhan...


BULAN Ramadan mengingatkan kita dengan turunnya wahyu yang pertama (al-’Alaq: 1-5) yang bermaksud: Bacalah (Wahai Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (sekalian makhluk). Ia menciptakan manusia dari sebuku darah beku. Bacalah, dan Tuhanmu yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia melalui Pena dan tulisan. Ia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Dengan sebab itu digalakkan membaca al-Quran terutamanya pada bulan Ramadan. Ini kerana al-Quran digandingkan dengan puasa dan juga bulan Ramadan.

Benarlah sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Puasa dan al-Quran memberi syafaat kepada hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: Hai Tuhanku, aku menegahnya daripada makan dan syahwat pada siang hari. Maka berilah syafaatku padanya. Al-Quran pula berkata: Tuhanku, aku tegahkannya daripada tidur malam, maka berilah syafaat kepadaku padanya. Kemudian kedua-duanya diberi syafaat.” (riwayat Ahmad dengan sanad sahih)

Dr. Muhammad al-Zuhaili dalam bukunya Mausu’ah Qadaya Islamiah Mu’asirah 1/328 berkata: “Sesungguhnya al-Quran adalah kalam Allah, dan sesiapa yang mahu berbicara dengan Tuhannya, maka hendaklah membaca al-Quran. Ini kerana al-Quran merupakan hidangan Allah yang diturunkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya untuk dinikmati dan dikecapi.”

Sebuah hadis riwayat al-Hakim dan beliau mensahihkannya menyebut: Daripada Abdullah bin Mas’ud, daripada Nabi SAW bersabda yang bermaksud: “Sesungguhnya al-Quran merupakan hidangan Allah, maka terimalah hidangan-Nya semampu kamu. Sesungguhnya al-Quran ini tali Allah, cahaya yang nyata, penyembuh yang bermanfaat, penyelamat bagi siapa yang berpegang dengannya, kesejahteraan bagi siapa yang mengikutinya. Tidaklah ia menyeleweng, pasti diperbetulkan dan sesat pasti ditunjukkan keajaibannya tidak putus-putus.

Ia tidak binasa dengan sebab banyaknya dibaca. Bacalah al-Quran kerana Allah menggandakan kepada kamu pahala pada setiap bacaannya. Setiap huruf dengan sepuluh kebajikan. Adapun sesungguhnya aku tidak berkata ali lam mim satu huruf tetapi alif itu satu huruf, lam itu satu huruf dan mim itu satu huruf.”

Rasulullah SAW menggalakkan umat Islam berhimpun untuk membaca al-Quran dan bertadarus. Baginda menjelaskan kepada mereka kelebihannya antaranya: Diturunkan sakinah dan tama’ninah serta ketenangan, rahmat dan pelbagai lagi kelebihan kepada yang cintakan al-Quran.
Sebuah hadis riwayat al-Turmuzi daripada Abi Sa’id bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Firman Allah SWT dalam hadis Qudsi, siapa yang disibukkannya oleh al-Quran daripada memohon kepadaku, nescaya aku kurniakannya yang lebih afdal daripada yang aku kurniakan kepada orang yang meminta. Dan kelebihan kalam Allah SWT berbanding dengan semua kalam sama seperti kelebihan Allah atas segala makhluknya.”

Friday, August 12, 2011

Muhasabah Cinta..


"Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu"

Dia, seorang yang amat ku sayang. Seorang yang slalu kubanggakan. Seorang yang slalu kuharap kehadirannya. Ketika ku jauh darinya, tak tau apa yang terjadi padanya. Setelah beberapa tahun tak berjumpa dengannya, dia kisahkan dirinya saat di sana.

"Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu"

Sungguh ni'mat sihat itu adikku sayang. Jangan pernah lagi kau siakan masa itu. Jangan samai waktumu tersia sepertiku. Hidup berkecukupan, sihat kurasakan, tapi begitu banyak pula dosa yang kuperbuat kerana semua itu.

"Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku"

Kini semua itu tlah hilang, adikku. Sihat tak lagi di jasadku. Tapi aku sangat bersyukur, aku tlah diingatkan kembali pada-Nya. Ini menjadi teguran untukku, agar aku kembali pada-Nya, Cinta tertinggi, ALLAHURABBY. Adikku sayang, jangan kau siakan waktumu. JAngan sampai engkau mendapat teguran terlebih dahulu, baru bertaubat. Slalu ingat DIA adikku, sayang. Jangan pernah kau lupakan dia, walau hanya sedetik. Slalu ingatlah DIA.

"Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabah cintaku"

Ya Rabb, ampunilah khilaf dan salahku slama ini. Maafkan aku yang baru mengingat-Mu setelah KAU beri peringatan. Terimalah taubatku, kumohon, karena hanya ENGKAUlah tempatku memohon, tempatku kembali.

"Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu"

Adikku sayang, aku tak pernah menyerah. Aku slalu berusaha, aku berusaha untuk yang terbaik, agar kuperoleh cinta-Nya. Semoga nanti aku dapat bertemu dan melihat DIA. Jadilah yang terbaik, sayang. JAngan sampai jalan yang pernah kulalui, terulang kembali padamu. Kakak yakin, kau bisa.

Ya ALLAh...Hari ini dia, orang yang kusayang, kuharap kehadirannya setiap saat, hari ini tlah kembali pada-MU. Kumohon ya Rabb, terima dia di sisi-MU, bersama orang-orang yang KAU cintai dan mencintai-MU.

Kakakku sayang, adik sangat mencintaimu, kau milik-NYA dan kini tlah kembali pada-NYA. Ku ikhlas, Kakak. Karena semua berawal dari tiada menjadi ada. Dan yang ada, akan kembali tiada. Semoga ALLAH mempertemukan kita kembali di kesempatan yang sangat indah.

Diriku yang tak pandai merangkai kata, tak mampu membuat orang mengerti.
Biar, biarlah kucuba mengerti sendiri.
Ku yakin ada Dia yang Maha Mengetahui yang mengerti segala tentang dia dan aku.

Tuesday, August 9, 2011

Si kecil yang berjiwa besar...


Hari itu selepas seminggu beraya dikampung, saya pulang ke Kuala Lumpur. Memikirkan highway PLUS sibuk,saya menyusuri laluan lama. Pekan pertama yang saya lintas ialah Teluk Intan. Terasa mengantuk, saya singgah sebentar disebuah restoran di pinggir pekan itu. Sebaik memesan makanan, seorang kanak-kanak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul dihadapan.

"Abang nak beli kuih?" katanya sambil tersenyum. Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kuih jajaanya.

“Tak apalah dik... Abang dah pesan makanan," jawap saya ringkas.

Dia berlalu. Sebaik pesanan tiba, saya terus menikmatinya. Lebih kurang 20 minit kemudian saya nampak kanak-kanak tadi menghampiri pelanggan lain, sepasang suami isteri agaknya. Mereka juga menolak, dia berlalu begitu saja.

"Abang dah makan, tak nak beli kuih saya?" katanya selamba semasa menghampiri meja saya.

"Abang baru lepas makan dik. Masih kenyang lagi ni," kata saya sambil menepuk-nepuk perut.

Dia beredar, tapi cuma setakat dikaki lima. Sampai disitu, di meletakkan bakulnya yang masih sarat. Setiap yang lalu ditanya, "Tak nak beli kuih saya bang, pak cik, kakak atau makcik?"

Molek budi bahasanya! Mamak restoran itu pun tidak menghalng dia keluar masuk ke premisnya bertemu pelanggan. Sambil memerhati, terselit rasa kagum dan kasihan dihati saya melihatkan betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak langsung tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuihnya.

Selepas membayar harga makanan dan minuman, saya terus beredar bekereta. Kanak-kanak itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai yang sama. Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Belum sempat saya menghidupkan enjin, kanak-kanak tadi berdiri di tepi kereta. Dia menghadiahkan sebuah senyuman. Saya turunkan cermin, membalas senyumannya. Saya lihat umurnya lebih kurang 12 tahun.

"Abang dah kenyang, tapi mungkin Abang perlukan kuih saya untuk adik-adik Abang, ibu atau ayah Abang" katanya petah sekali sambil tersenyum. Sekali lagi dia mempamerkan kuih dalam bakul dengan menyelak daun pisang penutupnya.

Saya tenung wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul persaan kesian dihati. Lantas saya buka dompet, dan menghulurkan sekeping not merah RM10. Saya hulurkan padanya.

"Ambil ni dik! Abang sedekah. Tak payah abang beli kuih tu," saya berkata ikhlas kerana perasaan kasihan meningkat mendadak. Kanak-kanak itu menerima wang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan kembali ke kaki lima deretan kedai. Saya gembira dapat membantunya. Setelah enjin kereta saya hidupkan, saya mengundur. Alangkah terperanjatnya saya melihat kanak-kanak itu menghulurkan pula RM10 pemberian saya itu kepada seorang pengemis yang buta kedua-dua matanya.

Saya terkejut, lantas memberhentikan semula kereta, memanggil kanak-kanak itu.

"Kenapa bang nak beli kuih ke?" tanyanya.

"Kenapa adik berikan duit Abang tadi pada pengemis tu? Duit tu Abang bagi adik!" kata saya tanpa menjawap pertanyaannya.

"Bang saya tak boleh ambil duit tu. Mak marah kalau dia dapat tahu saya mengemis. Kata mak kita mesti bekerja mencari nafkah kerana Allah berikan tulang empat kerat pada saya. Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan masih banyak, mak pasti marah. Kata mak, mengemis kerja orang yang tak berupaya, saya masih kuat bang!" katanya begitu lancar.

Saya sebak, sekaligus kagum dengan pegangan hidup kanak-kanak itu. Tanpa banyak soal saya terus bertanya berapa semua harga kuih dalam bakul itu.

"Abang nak beli semua ke?" dia betanya dan saya cuma mengangguk. Lidah saya kelu nak berkata.

"RM25 saja bang."

Selepas dia memasukkan satu persatu kuihnya kedalam plastik, saya hulurkan RM25. Dia mengucapkan terima kasih dan terus berlalu.

Saya perhatikan dia sehingga hilang daripada pandangan.Dalam perjalanan ke Kuala Lumpur, baru saya terfikir untuk bertanya statusnya. Anak yatimkah? Siapakah wanita berhati mulia yang melahirknya? Terus terang saya katakan, saya beli kuihnya bukan lagi atas dasar kasihan, tetapi kerana rasa kagum dengan sikapnya yang dapat menjadikan kerjayanya satu penghormatan.

Sesungguhnya saya kagum dengan sikap kanak-kanak itu. Dia menyedarkan saya, siapa kita sebenarnya!

Moral :

Satu perjalananan seorang kanak-kanak yang begitu taat kepada perintah Allah s.w.t.Semoga menjadi renungan bersama.

Sunday, August 7, 2011

Cebisan Kenangan...





Jenazah di belakang makmum semasa solat asar didirikan...Solat jenazah didirikan sebaik selesai solat asar...


TAMAN PERSEMADIAN ISLAM SRI MANJUNG, PERAK DARUL RIDZHUAN



Antara sahabat-sahabat yang hadir


Sahabat-sahabat bersama ayah arwah

Assalam…..7 ramadhan bersamaan 7 ogos 2011 jam 3.30 pagi…aku dikejutkan dengan berita kembalinya sahabat tersayang adik MUHAMAD FAIZ NORZAILAND ke rahmatullah…Al-Fatihah buat arwah…sebak rasa hati…jantung berdegup kencang…menggigil seluruh anggota badan…satu persatu kenangan bersama arwah memancut keluar dari sebenak pemikiran…jatuh semuanya membanjiri diri…Ya Allah…sekali lagi ujian Engkau hadapkan kepada hambaMu ini ya Allah…selepas pemergian ayahandaku yang tercinta dulu…aku redha ya Allah…aku redha dengan ketentuanMu…dari Allah kita datang…kepada Allah jua lah kita dikembalikan…

Ungkapan asy-Syaheed Sayyid Qutb di ambang kepulangannya kepada ar-Rahmaan:

Seandainya kau tangisi kematianku
Dan kau siram pusaraku dengan air matamu
Maka di atas tulangku yang hancur luluh
Nyalakanlah obor buat umat mulia ini
Dan teruskan perjalanan ke gerbang jaya

Kematianku adalah suatu perjalanan
Mendapatkan Kekasih yang sedang merinduku
Taman-taman di syurga bangga menerimaku
Burung-burung berkicau riang menyambut ku
Berbahagialah hidupku di alam abadi

Puaka kegelapan pasti akan hancur
Dan alam ini akan disinari fajar lagi
Biarlah roh ku terbang mendapatkan rindunya
Janganlah gentar berkelana ke alam abadi
Nun di sana fajar sedang memancar...

Masih terngiang-ngiang lagi kata-kata terakhir arwah di telingaku…abang ijoy,raya nih kita berziarah ke rumah kak wani yek…sempat jugak bergurau soal jdoh…arwah adikku ini pemalu orangnya…tp kdg2 nakal jugak…arwah pergi dalam usia yang masih muda…semuda 23 tahun…terlalu banyak kenangan manis dan pahit kami lalui bersama…juga dengan sahabat-sahabat yang lain….Ya Allah…sesungguhnya Engkau lebih menyayanginya…...Adakalanya Dia memberi sebelum sempat kita menadah tangan, kerana DIA mengerti keperluan hambaNYA, adakalanya DIA mengambil semula tanpa memberitahu kerana DIA sentiasa tahu apa yg terbaik untuk kita dan semoga kita sentiasa dikurniakn segala yg terbaik daripada NYA…amin ya rabbal alamin…

Pertama kali aku mengenalinya adalah sewaktu arwah mendaftar masuk ke kamsis puo…dari situlah mekarnya kasih sayang antara kami bersama-sama sahabat dan sahabiah yang lain…kami senang dengan perwatakannya yang sungguh bersederhana…dia seorang yang tegas dalam bekerja…namun senyuman di kala penat membanting tulanglah penyeri segala-galanya…Allahu akhbar…terharu rasa hatiku apabila melihat begitu ramai sahabat sahabiah yang hadir menziarahi arwah semalam…boleh kata dari seluruh Malaysia sibuk hubung menghubung apabila mendapat berita tentang kematian arwah…tidak kurang juga yang datang…aku sebagai sahabat yang terdekat dengan rumah Allah antara yang paling terkesan dengan pemergiannya…telefon tidak henti2 berbunyi dengan panggilan dan pesanan…ruang group ex-pssi dan kamsis puo jua tidak kering2 dengan post terbaru mengenai arwah…sempat jua aku melihat post terakhir arwah di ruang wall fbnye…kata arwah “ Bila emosi mengunci hati, lalu lahirlah ayat-ayat sepi sebuah monologku merentasi perjalanan menuju Rabbi "

Seperti telah dapat merasakan sisa-sisa hidup di dunia, sempat berpesan sebelum pergi buat selama-lamanya, kepada arwah adikku faiz…semoga dikau tenang di sana..insyaAllah di syurga kita berjumpa….sekian….ikhas dari sahabat yang merinduimu…amin…